Efishery Ajak Masyarakat Gemar Makan Ikan

Statistik PBB 2020 mencatat, lebih dari 149 juta (22%) balita di seluruh dunia mengalami stunting, di mana 6,3 juta merupakan anak usia dini atau balita. Saat ini, prevalensi stunting di Indonesia adalah 21,6%, sementara target yang ingin dicapai adalah 14% pada 2024. 

Menurut FAO (organisasi pangan dunia), pada tahun 2022 Indonesia tercatat memiliki prevalence of undernourishment 5.9%. Artinya sekitar 5.9% dari total populasi Indonesia atau sekitar 16,2 juta orang diperkirakan masih kelaparan. 

Diketahui, persentase tersebut masih tergolong tinggi di skala Asia Tenggara. Untuk itu, diperlukan upaya bersama untuk mengambil peran menurunkan tingkat stunting dan kelaparan di Indonesia.

Untuk mengatasi hal tersebut, eFishery (perusahaan teknologi akuakultur) melalui eFishery Foundation bersama Garda Pangan menyalurkan 50 kg ikan kepada masyarakat prasejahtera di Bratang Tangkis, Surabaya. Kegiatan ini merupakan inisiatif perdana yang diusung oleh eFishery Foundation, yang baru saja didirikan tepat pada saat eFishery satu dekade berdiri.

Muhammad Chairil, VP of Public Affair eFishery mengatakan pihaknya terus berupaya menegaskan komitmen perusahaan pada industri akuakultur, yaitu menyediakan kebutuhan pangan dunia melalui produk akuakultur. Chairil  ingin mengajak masyarakat lebih gemar makan ikan karena ikan merupakan sumber protein yang baik.

“Ikan memiliki kandungan omega 3 yang tinggi dan sangat relevan untuk mendukung penurunan angka stunting. Sejalan dengan visi misi eFishery Foundation, perusahaan berharap bisa ikut berkontribusi untuk bersama memberantas kelaparan di Indonesia dan lebih memberikan dampak yang positif untuk generasi mendatang,” ujar Chairil, dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (20/10/2023).

Dedhy Bharoto Trunoyudho selaku Co-Founder & COO Garda Pangan mengatakan, mereka memiliki visi yang sejalan untuk menyelesaikan isu kerawanan pangan. Oleh karena itu, pihaknya menyambut baik kerja sama kegiatan donasi ikan dari eFishery. 

“Besar harapan kami ke depannya masyarakat Indonesia, terutama industri-industri dan bisnis bidang makanan, lebih terdorong untuk berdonasi ke kalangan prasejahtera. Langkah ini demi mewujudkan Indonesia bebas lapar dan bebas dari sampah makanan yang terbuang sia-sia,” katanya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *