Mixing Tenant Jadi Strategi Metropolitan Mall Bekasi Bisa Bertahan 30 Tahun

Perayaan 30 tahun Metropolitan Mall Bekasi (dok MTLA)

Salah satu projek pengembangan PT Metropolitan Land (MTLA) yakni Metropolitan Mall (MM) Bekasi genap berusia 30 tahun pada 2023. Selama beroperasi, MM Bekasi melakukan berbagai upaya agar bisa tetap bertahan dan menjadi pusat perbelanjaan tujuan masyarakat. 

Santoso selaku Direktur  PT Metropolitan Land Tbk mengatakan, selama 30 tahun, MM Bekasi telah melewati berbagai keberhasilan maupun tantangan. Masa-masa menghadapi berbagai macam kesulitan, perubahan zaman, perubahan gaya hidup, kemajuan teknologi hingga munculnya pusat perbelanjaan baru di sekitarnya menjadi pemicu untuk beradaptasi dan berinovasi agar tetap menjadi mal pilihan masyarakat Bekasi dan melangkah maju.

“Kelengkapan tenant yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi salah satu strategi Metropolitan Mall Bekasi dapat bertahan hingga 30 tahun. Memasuki usia tiga dekade Metropolitan Mall Bekasi tetap menjadi mal favorit keluarga di Bekasi, dengan jumlah pengunjung yang tetap stabil,” kata Santoso dalam keterangan resmi, dikutip Senin (18/12/2023).

Di tengah banyaknya mal baru di Bekasi, Metropolitan Mall Bekasi semakin melebarkan sayap dengan tenancy mix yang tetap menarik. Santoso mengungkapkan, tenant yang sejak 30 tahun lalu bergabung seperti Funworld, Cinema XXI, Matahari Dept. Store, Gramedia, salon Johnny Andrean dan masih tetap eksis dan mengikuti perubahan zaman dengan melakukan renovasi atau perubahan konsep toko. 

“Sementara itu, Metropolitan Mall Bekasi juga tetap menghadirkan tenant baru yang dapat diminati masyarakat. Beberapa tenant baru seperti Shigeru, Wingstop, Richeese Factory, Magic Photobooth, Kidzilla dan masih banyak lainnya telah mengisi Metropolitan Mall Bekasi,” ujarnya.

Metropolitan Mall Bekasi telah melakukan perluasan area sewa pada tahun 2004, hingga saat ini area sewa sekitar 47.000 meter persegi dengan okupansi mencapai 96%. “Perluasan dilakukan sebagai pembuktian antusiasme pengunjung terhadap Metropolitan Mall Bekasi,” ungkap Santoso.

Head of Research JJL Yunus Karim dalam sebuah kesempatan November lalu mengatakan, konsep mixing tenant dapat menjadi salah satu strategi pengelola pusat perbelanjaan agar tetap relevan. Mixing tenant dapat dilakukan dengan mengatur tenant – tenant yang masuk ke dalam mall, mulai dari F&B, tempat rekreasi, hiburan, fesyen, pasar modern, hingga layanan jasa. 

Mixing tenant menjadi penting karena konsumen menjadikan pusat perbelanjaan saat ini, tidak hanya tempat belanja tetapi juga sebagai tempat kumpul dengan keluarga, rekan-rekan dan rekreasi. Jadi pengelola harus menangkap ini dengan melakukan mixing tenant,” ujarnya. 

Yunus mengungkapkan bahwa tren permintaan pasar terus pusat perbelanjaan pada kuartal III 2023 didominasi oleh peritel sektor makanan dan minuman. Sektor lain yang juga terus mendominasi permintaan yaitu fast fashion, beauty dan fasilitas hiburan. Selain itu, peritel mancanegara baru juga terlihat membuka gerai pertama mereka di beberapa pusat perbelanjaan. 

“Tingkat hunian pusat perbelanjaan saat ini tetap sehat di angka 88%. Hingga akhir tahun, diperkirakan tidak ada pusat perbelanjaan baru yang akan beroperasi,” ucap Yunus menambahkan. 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *