Pasar Saham Berpeluang Menguat, Cek Potensi Cuan 6 Saham Ini

Main Hall BEI pada 30 Desember 2023. (Foto : Vicky Rachman/SWA)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Selasa kemarin ditutup menguat 0,49% yang disertai dengan net buy asing Rp 449 miliar. Head of Retail Research Analyst PT BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan saham yang paling banyak dibeli asing adalah BMRI, BBCA, BBNI, GOTO dan TLKM. “Hari ini IHSG berpotensi bergerak menguat kembali. Level resistance 7.230-7.250 dan support 7.130-7.150 poin,” ujar Fanny pada risetnya di Jakarta, Rabu (31/1/2024).

Indeks Wall Street mayoritas melemah pada Selasa. Wall Street menunggu keputusan terbaru The Fed mengenai suku bunga acuan. S&P 500 tergelincir 0,06%, sedangkan Nasdaq terkoreksi 0,76%. Sementara, Dow Jones 0,35% menjadi 38,467,31, menembus rekor penutupan tertinggi sepanjang masa ketujuh pada tahun ini. Traders memantau perkembangan terkini dari pertemuan kebijakan dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) yang dimulai hari Selasa.

Saham General Motors melonjak hampir 8% setelah produsen mobil tersebut membukukan pendapatan lebih baik dari perkiraan. Saham F5 naik hanya 1% didukung laporan keuangan lebih baik dari perkiraan, sementara produsen elektronik Sanmina melonjak lebih dari 28% setelah membukukan laba per saham yang kuat. Sementara, saham produsen peralatan Whirlpool merosot 6,6% setelah berbagi pandangan yang lebih buruk dari perkiraan untuk setahun penuh.

Berikutnya, bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Selasa pekan ini, kecuali indeks Nikkei dan ASX 200. Hal ini mengingat investor tertekan dengan dampak dari perintah likuidasi Evergrande. Saham pengembang properti Evergrande dihentikan setelah anjlok lebih dari 20%. Pengadilan Hong Kong memutuskan melikuidasi perusahaan tersebut yang pernah dinilai sebagai salah satu perusahaan real estate terbesar di China.

Indeks Hang merosot 2,33%, Topix turun tipis 0,10%, dan Shanghai melemah 1,83%. Sementara Nikkei 225 di Jepang menguat tipis 0,11%, seiring tingkat pengangguran Jepang pada Desember turun menjadi 2,4%, lebih rendah 2,5% pada bulan sebelumnya. Di Australia, indeks ASX 200 menguat 0,29%, dan tercatat laju kenaikan dalam tujuh hari berturut-turut.

Berikut rekomendasi saham BNI Sekuritas untuk Rabu ini;

1. BREN: buy on weakness.

Beli di Rp 4.880, cutloss jika break di bawah Rp 4.700.

Jika tidak break di bawah Rp 4.700, potensi naik dengan area jual di Rp 5.150- 5.300 di jangka pendek short term.

2. NICE: speculative buy.

Beli di Rp 625, cutloss jika break di bawah Rp 610.

Jika tidak break di bawah Rp 610, potensi naik dengan area jual di Rp 660- 670 short term.

3. PGEO: speculative buy.

Beli di Rp 1.300, cutloss jika break di bawah Rp 1.280.

Jika tidak break di bawah Rp 1.280, potensi naik dengan area jual di Rp 1.340- 1.360 short term.

4. BBRI: speculative buy.

Beli di Rp5.575, cutloss jika break di bawah Rp 5.475.

Jika tidak break di bawah Rp 5.575, potensi naik dengan area jual di Rp 5.700- 5.800 short term.

5. AKRA: speculative buy.

Beli di Rp 1.620, cutloss jika break di bawah Rp 1.600.

Jika tidak break di bawah Rp 1.600, potensi naik dengan area jual di Rp 1.670- 1.690 short term.

6. ITMG: speculative buy.

Beli di Rp 2.6450, cutloss jika break di bawah Rp 26.350.

Jika tidak break di bawah Rp 2.6350, potensi naik dengan area jual di Rp 26.750-27.000 short term.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *