Synthesis Development 30 Tahun Membangun Hunian dan Komersial

Synthesis Development yang didirikan semenjak tahun 90-an awal sudah memulai kontribusinya dalam konsultasi pembangunan properti  di Tanah Air. Mulai dari pembangunan pusat perbelanjaan Plaza Semanggi pada  1999, hingga landed housing seperti Synthesis Huis di 2021. Selama 30 tahun berlalu Synthesis menyesuaikan pada kebutuhan pasar properti dengan mengamati perkembangan perilaku masyarakat akan hunian.

Diawali dengan Plaza Semanggi, Synthesis Development membangun pusat perbelanjaan komersial di pusat kota. Permulaan ini, menghadirkan berbagai karya hunian vertikal yang memiliki nilai historis bagi Synthesis Development sendiri. Mulai dari Casablanca Mansion, The Lavande, Bali Nusa Dua Hotel & Resort, Festival City Link Bandung, dan Proyek Superblok Kalibata City. Meskipun sudah berpindah tangan, namun Synthesis tetap mengenangnya sebagai peninggalan yang berarti yang diberikan untuk masyarakat.

Acara ‘Synthesis Development: 30 Tahun Membangun’ yang dihadiri oleh Fianty R. Gosal selaku Recurring Asset Officer  Synthesis Development memberikan kilas balik terhadap projek-projek Synthesis yang terdahulu. “Karena saat ini momentumnya 30 tahun kami berdiri untuk membangun hunian dan komersial. Kami  sennag dapat bertahan bisa sejauh ini untuk memenuhi hunian bagi masyarakat,” kata Fianty di Jakarta (31/01/2024).

Berlanjut ke projek superblok berikut dari Synthesis Development yaitu, Bassura City. Projek ini, dibangun pada  2012 yang mulai dihuni tahun 2014 masih terpelihara dengan baik hingga saat ini. Tersedia 9 tower yang berdiri dengan kokohnya di atas lahan sekitar 6 hektare  yang memiliki kapasitas sebanyak 6750 unit apartemen. Selain itu, tersedia juga pusat perbelanjaan dengan luas 37.000 meter persegi.

“Untuk pusat perbelanjaan di kawasan superblok Bassura City kami kelola dengan baik sehingga walaupun mengalami dua tahun masa pandemi yang sulit untuk semua pusat perbelanjaan saat itu, tingkat keterisian toko-toko (occupancy rate) sekarang sudah di atas 90%, yang bisa memenuhi kebutuhan penghuni secara lengkap. Kami akan tetap rawat dengan baik karena projek ini memiliki nilai historis yang bernilai. Projek ini menjadi salah satu  superblok yang sukses hadir pertama di Jakarta Timur,” tambah Fianty.

Synthesis Development memiliki satu lagi proyek hunian vertikal yang menarik yakni, Samara Suites. Apartemen ini terdiri dari  36 lantai dengan kapasitas 292 unit dan sebagiannya merupakan Citadines service apartment. Terletak di Jalan Gatot Subroto kawasan strategis, Samara Suites memiliki akses langsung menuju transportasi umum. Sebut saja Halte Transjakarta dan Stasiun LRT Pancoran serta 7 km menuju Stasiun Sentral Manggarai. Untuk akses pintu tol, tidak sampai 500 meter dari pintu tol dalam kota.

“Hunian vertikal Bassura City dan Samara Suites menjadi ciri khas dari Synthesis Development Group untuk membangun hunian vertikal yang memenuhi kebutuhan tinggal di pusat kota Jakarta. Walau lahannya sedikit, tetapi berlokasi di pusat-pusat kegiatan dengan aksesibilitas yang sangat baik. Melihat seiring berubahnya minat masyarakat akan hunian, Synthesis mengikuti kebutuhan pasar pada hunian vertikal dan juga saat ini rumah tapak.” ucap Fianty.

Seiring berkembangnya zaman, kebutuhan akan hunian properti apartemen semakin merambah ke landed housing. Synthesis memperhatikan hal ini sebagai peluang baik untuk kembali merambah ke projek perumahan tapak. Sebelumnya, Synthesis sudah pernah membangun proyek perumahan tapak seperti De Oaze dan Urbana Place. Pada tahun 2019 Synthesis Development kembali membangun perumahan tapak yang bernama Synthesis Homes.

“Sebanyak 320 unit total keseluruhan terbangun di Synthesis Homes, yang mana sudah terjual sebanyak 90% unit termasuk Rumah dan Flexy Home. Kehadiran dari Synthesis Homes menjadi market leader perumahan tapak di daerah Ciputat, Tangerang Selatan. Projek ini menjadi yang perumahan pertama yang hadir kembali setelah berfokus pada pembangunan hunian vertikal. Saat ini, Synthesis berhasil membangun reputasi solid dengan fokus desain yang terencana dan standar kualitas yang unggul,” ucap Aldo Daniel, Chief Operating Officer Synthesis Development.

Synthesis Homes juga memanfaatkan PPN DTP 2024 yang mana projek ini menjadi pilihan strategis untuk masyarakat. Kebijakan ini memberikan peluang untuk efisiensi biaya dan peningkatan keunggulan kompetitif. Lalu kebijakan ini, memastikan proyek properti berjalan dengan lebih efisien dan nilai tambah yang signifikan. Selain itu, Synthesis Homes membangun ruko 3 lantai flexy home dan akan membangun area komersial terbaru yaitu Ruko Alfresco. Ruko Alfresco adalah area komersial yang memiliki spesifikasi 2 lantai ruko yang minimalis.

“Untuk progres pembangunan Synthesis Huis, sebagian besar sudah berjalan 78% unit yang terbangun. Progres unit yang terbangun juga diikuti oleh fasilitas premium yang tersedia, seperti bikepark, lapangan tenis, aurora lake, green spine, dan clubhouse. Pembangunan yang beriringan ini agar konsumen bisa melihat progres huniannya secara jelas dan pasti secara menyeluruh,” tambah Aldo.

Tidak sampai disitu saja, Aldo membagikan lagi perkembangan yang signifikan dari Synthesis Huis. Hadirnya cluster terbaru di Synthesis Huis bisa memberikan kebutuhan hunian untuk masyarakat. Cluster terbaru yang bernama Baltic ini memiliki 4 tipe terbaru di kawasan Synthesis Huis. Pengenalan tipe terbaru di cluster Baltic diperkenalkan secara satu-persatu.

Diberlakukannya peraturan terbaru oleh Pemerintah Daerah Tangerang Selatan tentang pembangunan rumah yang dibangun oleh pihak pengembang properti, minimal 60 meter, maka  Synthesis berinovasi membangun perumahan yang sesuai dengan kebutuhan generasi milenial, bernama Aksara Homes. Perumahan ini memiliki tiga konsep utama yaitu compact, comfort, dan affordable.  

Swa.fo.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *